Tiga Seni Ramalan Nasib di Korea Selatan dan Tips untuk Mengunjunginya

Tiga Seni Ramalan Nasib di Korea Selatan dan Tips untuk Mengunjunginya

Inilah Sederet Hasil Riasan Wajah dari Seorang Make Up Artist Asal Korea  Selatan - Tribun Jogja

Saat kalian berencana mengunjungi Korea Selatan, objek wisata apa yang menjadi tujuan utama kalian? Mungkin sebagian besar kamu akan meletakkan Changdeokgung Palace, Bukchon Hanok Village, dan Seoul Tower di dalam daftar itinerary.

Mengapa tidak mencoba hal lain yang gak kalah unik yaitu seni ramalan nasib? Yup, fotune telling kini menjadi salah satu tujuan populer bagi wisatawan.

Selain kaya akan objek wisata, Korea Selatan juga mempunyai seni budaya membaca nasib yang telah ada sejak zaman kuno. Di lansir dari elbuenumc.org, berikut ini tiga seni ramalan yang ada di Korea Selatan dan tips untuk mengunjunginya.

1. Saju

yang pertama ada Saju. Saju adalah nama ramalan kuno dari Korea. Saju menganalisa energi berdasarkan jam, hari, bulan, dan tahun kelahiran seseorang. Menurut ramalan ini, takdir di tentukan dari kondisi seputar kelahirannya dan tidak dapat di ubah.

Saju kerap di gunakan untuk menentukan kecocokan dan keharmonisan pasangan yang akan menikah. Jika ramalan mengatakan bahwa pasangan tersebut tidak cocok, maka salah satu atau keduanya di sarankan untuk mengganti nama depan mereka.

Dalam satu dekade terakhir, ada lebih dari 1,5 juta orang di Korea yang mengganti nama karena hal ini.

2. Gwansang

Kedua di kutip dari louisvuittonoutletlv.us.com/ ada Gwansang yang dalam istilah Korea yaitu untuk praktik ramalan berdasarkan fitur wajah seseorang. Orang Korea percaya bahwa wajah menggambarkan catatan kehidupan sejak masih berada di dalam kandungan.

Gwansang melihat nasib dari bentuk wajah, ekspresi, postur, bahasa tubuh hingga nada suara. Misalnya, seseorang yang mempunyai banyak garis bibir vertikal, tanda lahir di bawah mata, dan hidung sempit dengan lubang hidung yang besar adalah ciri yang sulit mempertahankan hubungan.

3. Membaca nasib dari telapak tangan

Yang ketiga menurut sejarah, seni meramal melalui telapak tangan berasal dari India lalu menyebar ke seluruh penjuru dunia. Di Korea, ramalan ini termasuk yang paling populer. Meski di anggap tahayul, nyatanya ilmu meramal melalui telapak tangan telah di pelajari sejak zaman dahulu dan di pertahankan hingga saat ini.

Orang Korea percaya garis di telapak tangan menentukan takdir kehidupan, rezeki hingga percintaan. Gak sebatas garis tangan saja, panjang jari juga menentukan nasib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *