Insiden Angkat Tangan Haddad Alwi dan Tudingan Syiah

Insiden Angkat Tangan Haddad

Insiden Angkat Tangan Haddad Alwi dan Tudingan Syiah

Insiden Angkat Tangan Haddad Alwi dan Tudingan Syiah- Sepekan kemarin, Sukabumi mendapatkan sorotan soal intoleransi akibat tudingan Syiah yang di alamatkan pada penyanyi religi Haddad Alwi.

Saat acara haul ke-8 Habib Abdullah bin Zein Alatas di Kampung Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, 18 Desember lalu.

Gaya yang di lakukan mengangkat tangan saat salawat Haddad di anggap merupakan simbol-simbol tertentu yang mengarah kepada Syiah. Sehingga penceramah yang di undang di acara tersebut meminta beliau turun dari panggung.

Muannas Alaidid yang di tunjuk sebagai pengacara Haddad Alwi, mengatakan saat itu kliennya di undang untuk membacakan selawat.

” Hanya membacakan salawat, bukan mengisi ceramah saat berada di Sukabumi, 16 Desember 2019, di mana tiba-tiba diturunkan paksa dalam acara itu, ” ujar Muannas dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Ketua Umum Cyber Indonesia ini meminta polisi turun tangan. Muannas yang juga sebagai pelapor di kasus Buni Yani dan Jonru serta Ratna Sarumpaet, meminta polisi mengusut pelaku persekusi tersebut.

Polisi kemudian turun tangan, sejumlah saksi di mintai keterangan terkait peristiwa itu termasuk pembawa acara dalam acara haul. Saat itu Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengaku belum bisa memberikan keterangan berkaitan dugaan Haddad Alwi diusir.

Menurut dia, pihaknya masih menunggu keterangan lengkap saksi-saksi, antara lain Habib Hasan, panitia haul.

” Kita tunggu keterangan ketua panitianya, biar semuanya lengkap tidak sepotong-sepotong, ” kata Wisnu.
Selanjutnya

Pembawa acara haul, Ustaz Hikmat menegaskan tidak ada pengusiran atau menurunkan secara paksa dari panggung saat Haddad Alwi bersalawat.

Beliau di undang untuk membawakan selawat, sebetulnya bukan di turunkan dari panggung, sebagian (tamu yang hadir) meminta untuk menurunkan tangan saja (saat bersalawat).

Di media sosial kan lagi angkat tangan, sebetulnya supaya di turunkan tangan saja, kata Hikmat.

FPI Kabupaten Sukabumi melalui ketuanya, Habib Luthfi bin Jindan juga menegaskan, saat salawat ada gerakan yang menjurus kepada pembaiatan syiah. Ada beberapa pertanyaan yang menurut Luthfi menjurus ke Sayidina Husen.

“Kalau menurut kita itu pembaiatan syiah, kalau salawatan biasa enggak apa-apa bagus. Tapi dengan mengangkat tangan sejak awalnya kan beda arti,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *