Skenario New Normal dalam Perspektif Sosial Budaya

Skenario New Normal dalam Perspektif Sosial Budaya

Skenario New Normal dalam Perspektif Sosial Budaya

Skenario New Normal dalam Perspektif Sosial Budaya – Pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi masyarakat dunia, memaksa masyarakat melakukan perubahan sosial untuk bisa “berdamai” dengan virus yang berbahaya ini.

Perubahan sosial yang dimaksud adalah kebiasaan masyarakat yang kini selalu mengenakan masker saat bepergian, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial.

Perubahan sosial ini belakangan disebut dengan perilaku new normal.Pada dasarnya, perubahan sosial merupakan respon dari masyarakat baik disadari maupun tidak sebagai upaya menyesuaikan diri (adaptasi) dengan kondisi yang terjadi disekelilingnya.

Perubahan menuju perilaku new normal pun tidak mudah diterapkan. Di beberapa kelompok masyarakat, tidak jarang ditemukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari baik disadari maupun tidak.

Sebab itu, salah satu strategi efektif yang dilakukan agar perubahan joker123 tersebut terinternalisasi dengan cepat di setiap individu masyarakat adalah dengan mekanisme revolusi.

The Leader

Untuk mewujudkan terjadinya perubahan perilaku new normal yang berlangsung dengan cepat (revolusi), secara sosiologis dibutuhkan peran pemimpin yang memiliki power and influence terhadap anggota masyarakat. Pemimpin tersebut bisa merupakan tokoh formal maupun informal.

Sejalan dengan hal tersebut, Marmawi Rais (2012) mengatakan, proses internalisasi lazim lebih cepat terwujud melalui keterlibatan peran-peran model (role-models).

Individu mendapatkan seseorang yang dapat dihormati dan dijadikan panutan, sehingga dia dapat menerima serangkaian norma yang ditampilkan melalui keteladanan.

Proses ini lazim dinamai sebagai identifikasi (identification), baik dalam psikologi maupun sosiologi. Sikap dan perilaku ini terwujud melalui pembelajaran atau asimiliasi yang subsadar (subconscious) dan nir-sadar (unconscious).

Sanksi dan Kontrol Sosial

Ketika perubahan tersebut telah confirm, dengan nilai dan norma yang ada di masyarakat, guna memastikan nilai dan norma tersebut ditaati setiap anggota masyarakat maka perlu adanya mekanisme pengendalian sosial.

Berger (1978), mendefinisikan pengendalian sosial sebagai berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang. Selain itu, bentuk pengendalian sosial dapat berupa sanksi dan kontrol sosial.

Pengendalian berupa sanksi sosial terlihat melalui ujaran seperti sindirin atau bahkan pengucilan terhadap anggota masyarakat yang melanggar. Seperti yang dilakukan Pegawai Askrindo terhadap pegawai lain ketika berbicara dengan jarak yang cukup dekat.

Pegawai tersebut langsung mengambil jarak yang lebih jauh dengan lawan bicara sebagai sebuah bentuk sindiran yang halus.

Contoh lain, ketika pegawai yang baru datang ke kantor namun tidak mengenakan masker, maka muncul sindiran, “bawa virus” (membawa virus) sehingga pegawai yang diejek tersebut segera mengenakan masker.

Pendekatan Sosial Budaya Cenderung Efektif

Melalui pendekatan yang mempertimbangan kondisi sosial dan budaya yang unik di tiap kelompok masyarakat, perubahan akan dapat diterima dan lebih cepat terjadi.

Hal ini terkait dengan bagaimana merubah cara berfikir tiap individu dengan memasukkan pengetahuan (knowing) dan keterampilan melakukan (doing) ke dalam pribadi seseorang (Tafsir, 2010).

Askrindo berupaya merubah cara berpikir tiap pegawainya dan mewujudkan terjadinya perubahan di dalam perusahaan melalui interaksi sosial yang efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *